Sunday, October 9, 2011

Lorenzo Tak Menyerah Kejar Stoner

Motegi - Dani Pedrosa menghalangi Jorge Lorenzo meraih poin maksimal di Motegi. Tetapi itu tak menyurutkan semangat kubu Lorenzo untuk memberikan perlawanan sengit sampai akhir bagi si pemuncak klasemen Casey Stoner.

Di MotoGP Jepang, Minggu (2/10/2011), Stoner hanya bisa finis ketiga. Tambahan 16 poin membuat capaian angka pembalap Repsol Honda itu kini menjadi 300.

Lorenzo sementara itu gagal memaksimalkan terbuangnya poin Stoner karena si rider Yamaha pun hanya bisa finis di posisi dua dan menambah 20 poin. Poin terbanyak diraup rekan setim Stoner, Pedrosa, yang mencatatkan kemenangan ketiganya musim ini.

"Itu bukan balapan yang paling menegangkan, tapi banyak hal yang terjadi," ujar Manajer Tim Yamaha Wilco Zeelenberg di Crash.

"Tentu kami ingin menang tapi pada setiap lapnya Dani bertambah cepat sepersepuluh detik," analisisnya.

Kini Lorenzo sang juara bertahan harus berusaha mengejar defisit 40 poin dari Stoner di tiga seri sisa guna mempertahankan gelar juara dunia.

Menilik dominasi Stoner dan laju Honda musim ini, hal itu jelas bukan perkara mudah. Namun, itu tak lantas membuat kubu Yamaha sudah siap-siap menyerah.

"Kami meraih empat angka lebih banyak (dari Stoner) jadi kami kini tertinggal 40 poin. Kami masih hidup dan marilah kita lihat balapan per balapan."

"Dengan tiga seri sisa kami harus berusaha dan menghambat Stoner dipastikan jadi juara dunia, dengan begitu kami masih akan tetap punya peluang," seru Zeelenberg.

Sumber  : DetikSport

Rossi Kandas di Motegi

Motegi - Harapan Valentino Rossi meraih podium keduanya bersama Ducati buyar secara dini. Kini ia pun menatap ke depan dan berharap sudah berada di jalur yang tepat menuju kemajuan.

Rossi tiba di Motegi dengan sejumlah perubahan lagi pada Ducati-nya. Hasilnya cukup baik setelah ia bisa finis di posisi tujuh dalam sesi kualifikasi.

Hasil itu ia kilapkan dalam sesi pemanasan Minggu (2/10/2011) pagi sebelum balapan. Sialnya, dalam balapan sebenarnya ia malah harus crash di tikungan kedua pada lap pembuka.

"Sayang sekali harus mengakhiri balapan setelah dua tikungan, terutama setelah kemajuan yang kami buat akhir pekan ini dan kami juga tahu sudah mengatur motor dengan baik," sesal Rossi di Autosport.

"Aku berada di posisi empat saat pemanasan, dan saat Anda mempertimbangkan kesulitan yang dialami (Casey) Stoner, Marco (Simoncelli) dan (Andrea) Dovizioso, kami sebenarnya bisa mengejar podium, yang mana akan bagus buat kami," keluhnya.

Rossi jelas kecewa karena sejauh ini baru satu podium yang dapat ia persembahkan untuk Ducati ketika finis ketiga di Le Mans. Di tiga seri sisa ia pun berharap peruntungannya bisa mulai membaik.

"Kami sedikit sial. Ini masa-masa penuh tantangan buat kami, tapi kami harap ada di jalur yang tepat," lugas Rossi.



Sumber : DetikSport

Ducati Hampir Putus Asa

Motegi - Laju tidak memesona Valentino Rossi bersama Ducati musim ini membuat Marco Simoncelli yang rider San Carlo Honda Gresini berkomentar. Menurut analisisnya, Ducati sedang bingung.

Musim pertama Rossi bersama Ducati saat ini berjalan jauh dari mengesankan. Untuk kali pertama dalam karirnya, juara dunia tujuh kali kelas primer itu bahkan terancam tak satu kali pun naik ke podium tertinggi dalam satu musim.

Musim ini Rossi baru bisa satu kali naik podium saat finis ketiga di Le Mans setelah mengalami sejumlah kendala seperti bagian depan motor yang terasa kurang nyaman dan problem understeer.

Ducati sendiri sudah berusaha melakukan sejumlah pembenahan. Setidaknya sudah ada tiga perubahan besar di Desmosedici-nya tanpa ada hasil signifikan dalam upaya memangkas ketinggalan dari Yamaha dan Honda.

"Dilihat dari luar, sepertinya mereka sedang kebingungan. Mereka punya banyak hal untuk diuji tapi tidak ada waktu dan mereka tengah bingung," analisis Simoncelli di MCN.

Pun demikian, pria asal Italia yang juga dikenal sebagai salah satu sahabat Rossi tersebut tetap berusaha menyemangati kompatriotnya itu dan timnya.

"Situasi dalam balapan bisa berubah drastis. Aku ingat di awal 2010 Honda tidak bagus-bagus amat di tes pertama tapi kemudian semuanya bekerja keras dan di akhir musim motor kami jauh membaik. Tahun ini kami membuat langkah maju positif lagi dan kini Honda adalah motor terbaik."

"Bukan sebuah situasi bagus ketika mereka memiliki banyak masalah dan aku harap mereka menyelesaikan masalahnya sesegera mungkin karena akan jadi hal indah untuk bisa bertarung dengannya (Rossi) dalam berebut podium atau kemenangan," harap Simoncelli.



Sumber : DetikSport

Dohan : Stoner Bisa Melampaui Rekor Rossi

Jakarta - Penampilan gemilang Casey Stoner musim ini membuat legenda MotoGP, Michael Doohan, kagum. Dengan potensi dimilikinya, Stoner diyakini akan mampu menyamai rekor juara dunia Valentino Rossi.

Sebuah raihan fantastis berhasil dicapai oleh pembalap Honda itu. Dari 15 balapan yang sudah dipentaskan, Stoner sukses menempati podium sebanyak 14 kali dan memenangi lomba delapan di antaranya.

MotoGP Jerez menjadi satu-satunya seri dimana Stoner gagal meraih podium. Tapi hal itu bukan karena tercecer dari pembalap lainnya, melainkan karena kerusakan mesin yang memaksa Stoner harus mengakhiri lomba di lap ke-7.

Sampai saat ini Stoner masih memimpin klasemen sementara dengan 300 poin dengan kejuaraan menyisakan tiga seri saja. Pembalap Australia itu pun semakin dekat dengan titel juara dunia untuk kali kedua.

Melihat penampilan Stoner yang fantastis, Doohan meyakini kalau Stoner bisa mencapai sesuatu yang lebih. Jika selalu tampil konsisten, bukan mustahil Stoner akan dapat menyamai rekor juara Doohan (lima kali juara) dan Rossi (tujuh kali juara).

"Saya pikir dia setidaknya membutuhkan waktu lima tahun dengan caranya saat ini untuk menyamai apa yang sudah saya raih (juara duna lima kali), dan bahkan juga menyamai Valentino Rossi (tujuh kali juara dunia)," kata Doohan kepada Fox Sports.

"Masa depan terlihat bagus bagi dunia balap motor Australia." tambahnya antusias.

Stoner akan 'pulang' ke rumah dengan balapan MotoGP yang akan menyambangi Sirkuit Phillip Island, Australia, 16 Oktober.

Menang akan jadi keharusan buat Stoner bukan hanya demi mendekatkan diri dengan titel juara tapi juga kemenangan akan menjadi kado istimewa di hari ulang tahunnya ke-26 jatuh pada hari yang sama.



Sumber : DetikSport

Monday, September 19, 2011

Sudah Maksimal Lorenzo Hanya Bisa Finish Ketiga

Aragon - Jorge Lorenzo tampil buruk di MotoGP Aragon dan tertinggal makin jauh atas Casey Stoner. Menurut sang juara dunia, finis ketiga dalam balapan tersebut adalah hasil maksimal yang bisa dia dapat.

Memulai balapan dari posisi empat, Lorenzo tak pernah bisa mendekatkan jaraknya dengan Casey Stoner di posisi terdepan. Sampai akhirnya menyentuh garis finis, pembalap Yamaha asal Spanyol itu ketinggalan 14 detik dari si pemuncak klasemen sementara.

Dengan musim yang kian mendekati akhir, hasil MotoGP Aragon jelas tak diharapkan Lorenzo. Pembalap 24 tahun itu mengaku kalau performanya memang tak maksimal, dan podium ketiga adalah hasil terbaik yang bisa didapat.

"Posisi ketiga adalah yang terbaik yang bisa kami dapat hari ini, dan kami bisa melakukannya," sahut Lorenzo usai balapan.

"Bisa finis ketiga adalah hasil yang fantastis jadi saya akan menikmatinya dengan orang-orang yang datang ke sini dan mendukung kami," lanjut dia di Autosport.

Dengan hanya ada empat balapan tersisa musim ini, Lorenzo masih tertinggal 44 poin dari Stoner di posisi teratas. Secara matematis peluang mempertahankan titel juara dunia masih terbuka, meski itu bakal sulit.

"Kami melalui kemenangan di Misano dengan bencana akhir pekan ini. Mungkin ini merupakan trek terburuk buat Yamaha. Kami banyak mengalami kesulitan, terutama dengan perputaran ban," tuntas dia.



Sumber : DetikSport