Sunday, October 9, 2011

Ducati Hampir Putus Asa

Motegi - Laju tidak memesona Valentino Rossi bersama Ducati musim ini membuat Marco Simoncelli yang rider San Carlo Honda Gresini berkomentar. Menurut analisisnya, Ducati sedang bingung.

Musim pertama Rossi bersama Ducati saat ini berjalan jauh dari mengesankan. Untuk kali pertama dalam karirnya, juara dunia tujuh kali kelas primer itu bahkan terancam tak satu kali pun naik ke podium tertinggi dalam satu musim.

Musim ini Rossi baru bisa satu kali naik podium saat finis ketiga di Le Mans setelah mengalami sejumlah kendala seperti bagian depan motor yang terasa kurang nyaman dan problem understeer.

Ducati sendiri sudah berusaha melakukan sejumlah pembenahan. Setidaknya sudah ada tiga perubahan besar di Desmosedici-nya tanpa ada hasil signifikan dalam upaya memangkas ketinggalan dari Yamaha dan Honda.

"Dilihat dari luar, sepertinya mereka sedang kebingungan. Mereka punya banyak hal untuk diuji tapi tidak ada waktu dan mereka tengah bingung," analisis Simoncelli di MCN.

Pun demikian, pria asal Italia yang juga dikenal sebagai salah satu sahabat Rossi tersebut tetap berusaha menyemangati kompatriotnya itu dan timnya.

"Situasi dalam balapan bisa berubah drastis. Aku ingat di awal 2010 Honda tidak bagus-bagus amat di tes pertama tapi kemudian semuanya bekerja keras dan di akhir musim motor kami jauh membaik. Tahun ini kami membuat langkah maju positif lagi dan kini Honda adalah motor terbaik."

"Bukan sebuah situasi bagus ketika mereka memiliki banyak masalah dan aku harap mereka menyelesaikan masalahnya sesegera mungkin karena akan jadi hal indah untuk bisa bertarung dengannya (Rossi) dalam berebut podium atau kemenangan," harap Simoncelli.



Sumber : DetikSport

Dohan : Stoner Bisa Melampaui Rekor Rossi

Jakarta - Penampilan gemilang Casey Stoner musim ini membuat legenda MotoGP, Michael Doohan, kagum. Dengan potensi dimilikinya, Stoner diyakini akan mampu menyamai rekor juara dunia Valentino Rossi.

Sebuah raihan fantastis berhasil dicapai oleh pembalap Honda itu. Dari 15 balapan yang sudah dipentaskan, Stoner sukses menempati podium sebanyak 14 kali dan memenangi lomba delapan di antaranya.

MotoGP Jerez menjadi satu-satunya seri dimana Stoner gagal meraih podium. Tapi hal itu bukan karena tercecer dari pembalap lainnya, melainkan karena kerusakan mesin yang memaksa Stoner harus mengakhiri lomba di lap ke-7.

Sampai saat ini Stoner masih memimpin klasemen sementara dengan 300 poin dengan kejuaraan menyisakan tiga seri saja. Pembalap Australia itu pun semakin dekat dengan titel juara dunia untuk kali kedua.

Melihat penampilan Stoner yang fantastis, Doohan meyakini kalau Stoner bisa mencapai sesuatu yang lebih. Jika selalu tampil konsisten, bukan mustahil Stoner akan dapat menyamai rekor juara Doohan (lima kali juara) dan Rossi (tujuh kali juara).

"Saya pikir dia setidaknya membutuhkan waktu lima tahun dengan caranya saat ini untuk menyamai apa yang sudah saya raih (juara duna lima kali), dan bahkan juga menyamai Valentino Rossi (tujuh kali juara dunia)," kata Doohan kepada Fox Sports.

"Masa depan terlihat bagus bagi dunia balap motor Australia." tambahnya antusias.

Stoner akan 'pulang' ke rumah dengan balapan MotoGP yang akan menyambangi Sirkuit Phillip Island, Australia, 16 Oktober.

Menang akan jadi keharusan buat Stoner bukan hanya demi mendekatkan diri dengan titel juara tapi juga kemenangan akan menjadi kado istimewa di hari ulang tahunnya ke-26 jatuh pada hari yang sama.



Sumber : DetikSport

Monday, September 19, 2011

Sudah Maksimal Lorenzo Hanya Bisa Finish Ketiga

Aragon - Jorge Lorenzo tampil buruk di MotoGP Aragon dan tertinggal makin jauh atas Casey Stoner. Menurut sang juara dunia, finis ketiga dalam balapan tersebut adalah hasil maksimal yang bisa dia dapat.

Memulai balapan dari posisi empat, Lorenzo tak pernah bisa mendekatkan jaraknya dengan Casey Stoner di posisi terdepan. Sampai akhirnya menyentuh garis finis, pembalap Yamaha asal Spanyol itu ketinggalan 14 detik dari si pemuncak klasemen sementara.

Dengan musim yang kian mendekati akhir, hasil MotoGP Aragon jelas tak diharapkan Lorenzo. Pembalap 24 tahun itu mengaku kalau performanya memang tak maksimal, dan podium ketiga adalah hasil terbaik yang bisa didapat.

"Posisi ketiga adalah yang terbaik yang bisa kami dapat hari ini, dan kami bisa melakukannya," sahut Lorenzo usai balapan.

"Bisa finis ketiga adalah hasil yang fantastis jadi saya akan menikmatinya dengan orang-orang yang datang ke sini dan mendukung kami," lanjut dia di Autosport.

Dengan hanya ada empat balapan tersisa musim ini, Lorenzo masih tertinggal 44 poin dari Stoner di posisi teratas. Secara matematis peluang mempertahankan titel juara dunia masih terbuka, meski itu bakal sulit.

"Kami melalui kemenangan di Misano dengan bencana akhir pekan ini. Mungkin ini merupakan trek terburuk buat Yamaha. Kami banyak mengalami kesulitan, terutama dengan perputaran ban," tuntas dia.



Sumber : DetikSport

Sunday, September 18, 2011

Stoner Menang Lagi

Aragon - Casey Stoner berhasil meraih kemenangankedelapan musim ini di MotoGP Aragon. Stoner pun senang bukan kepalang mengingat kekalahannya di Misano dua pekan lalu.

Pada balapan seri ke-14 di sirkuit Aragon, Minggu (18/9/2011) malam WIB, Stoner yang start dari posisi terdepan tanpa kesulitan mempertahankannya hingga akhir lomba, meskipun di awal-awal sempat disalip Ben Spies.

Dengan kemenangan ini Stoner kian kokoh di puncak klasemen dengan 284 poin, selisih 44 poin dengan Jorge Lorenzo di posisi kedua. Pesaingnya itu cuma finis di podium ketiga pada balapan tadi.

Apa yang dicapai Stoner di balapan akhir pekan ini tentu membuatnya bahagia. Sebab pada balapan terakhir di Misano, ia harus kalah dari Lorenzo dan Dani Pedrosa.

"Segalanya berjalan dengan sangat baik dari awal. Motor sangat fantastis hari ini," girang Stoner di Autosport.

"Kami melakukan sedikit perubahan pada sesi sore tadi dan kondisi lintasan sedikit berbeda. Kami berusaha menemukan setelan yang pas untuk itu, namun hari ini cuaca sedikit lebih dingin. Angin lebih kuat dan kami merubah tampilan pada motor saya agar mampu mendapatkan angin. Hanya beberapa perubahan," sambungnya.

"Secara keseluruhan motor sangat menguntungkan kami. Start saya tidak baik namun kami kami tetap bisa berusaha mempertahankan cara kerja kami dan kami punya balapan yang fantastis," tukasnya.

"Saya harus banyak mengucapkan terimakasih kepada tim. Mereka sangat fantastis sepanjang musim ini. Setiap saya turun membalap, kami selalu yang tercepat. Ada beberapa balapan di mana kami cukup kesulitan dan saya sangat sangat senang dengan kemenangan hari ini," tuntasnya.



Sumber : DetikSport

Finish Kedua Pedrosa Senang

Alcaniz - Dani Pedrosa mengaku mengalami sejumlah masalah dalam balapan MotoGP Aragon. Rider Repsol Honda ini pun tak kecewa kalau pada akhirnya cuma bisa finis di posisi kedua.

Dalam balapan di Sirkuit Motorland Aragon, Minggu (18/9/2011), Pedrosa yang start dari posisi kedua tak kuasa mengejar Stoner. Beruntung, dia masih mampu mempertahankan posisinya dari kejaran pembalap-pembalap lain dan menuntaskan lomba 8 detik di belakang Stoner.

Pedrosa menyebutkan beberapa masalah yang membuatnya tak bisa mengejar Stoner, antara lain soal kecepatannya yang tak maksimal di sejumlah bagian sirkuit.

"Tentu saja saya melakukan yang terbaik. Kita sudah melihat dalam sesi latihan bahwa Casey sangat cepat di sini dan juga dalam balapan. Saya kehilangan sekian persepuluh detik di sektor pertama dan saya tak mampu memangkas jarak ini di bagian lap yang lain," akunya di stus resmi MotoGP.

Problem lain yang dialami Pedrosa adalah ban belakang. Tapi, dia masih bersyukur karena hal ini tak membuatnya kehilangan posisi kedua.

"Sepanjang lomba, saya punya banyak masalah dengan ban belakang. Prioritas saya adalah menjaga jarak dengan (Ben) Spies dan Jorge (Lorenzo pada lap-lap akhir dan mendapatkan podium," kata Pedrosa.

"Saya mendapatkan posisi kedua di tiga balapan berturut-turut. Ini tak terlalu buruk, tapi saya ingin terus berkembang pada seri-seri selanjutnya," tuntasnya.



Sumber : DetikSport