Friday, July 1, 2011

Kemenagan Pertama Spies

Assen - Kemenangan Ben Spies di Assen terasa manis karena punya arti ganda. Namun, Casey Stoner tetap bisa berbahagia karena masih memuncaki klasemen sementara.

Spies baru saja mencatatkan kemenangan perdananya di kelas MotoGP setelah menjadi pembalap pertama yang melintasi garis finis MotoGP Belanda, Sabtu (25/6/2011).

Kemenangan tersebut kian istimewa karena ia catatkan pada saat Yamaha sedang berbalut livery khusus, yang menandai 50 tahun keikutsertaan Yamaha di dalam kejuaraan dunia balap motor grand prix.

Sebelumnya, catatan terbaik Spies di kelas MotoGP hanyalah finis kedua, yakni di Indianapolis tahun lalu. Untuk musim ini, ia sudah pernah naik podium saat finis ketiga di Catalunya.

Sementara itu Stoner yang membalap untuk Honda kali ini harus puas finis di posisi dua setelah pada tiga seri sebelumnya selalu keluar jadi juara. Namun, ia masih memimpin klasemen dengan 136 poin.

Pembalap Yamaha Jorge Lorenzo masih mengisi posisi dua klasemen dengan 108 poin, kendati di lintasan Assen sempat apes usai terlibat insiden dengan Marco Simoncelli, sampai keduanya terjatuh. Lorenzo lantas harus kerja keras membenahi posisi sampai akhirnya finis di posisi enam.

Andrea Dovizioso finis di posisi tiga sekaligus mempertahankan posisi serupa di klasemen sementara dengan 99 poin.

Jalannya Balapan

Dalam balapan yang disaksikan langsung detikSport, selepas start Jorge Lorenzo langsung tancap gas mengambil alih posisi terdepan balapan dari Marco Simoncelli, dengan Ben Spies berhasil mempertahankan posisi dua. Casey Stoner sementara itu tercecer ke posisi tujuh.

Akan tetapi, posisi balapan tersebut tak lama bertahan. Di tikungan, Simoncelli terjatuh dari motor dan ikut membawa serta Lorenzo!

Walhasil lap pertama dilalui dengan Spies memimpin di depan, dengan Andrea Dovizioso ada di posisi kedua. Stoner berhasil memanfaatkan situasi dengan merangsek ke posisi tiga. Sementara itu Valentino Rossi ada di posisi enam.

Di lintasan, Simoncelli dan Lorenzo berusaha melaju lagi. Namun, mereka jelas-jelas kehilangan waktu berharga akibat insiden tersebut.

Dengan balapan menyisakan 21 lap lagi, Spies masih memimpin balapan dengan dikuntit duo Honda, Stoner dan Dovizioso, yang cukup ketat berebut posisi dua. Rossi berada di posisi empat, sementara Lorenzo itu masih tercecer di belakang di posisi 11.

Masih 16 lap tersisa dan Spies memimpin dengan cukup nyaman, sekitar 3,5 detik, dari Stoner yang berada di posisi dua. Dovizioso masih mengisi posisi tiga.

Satu lap kemudian, Cal Crutchlow yang kerap membayangi Rossi untuk berebut posisi empat memilih masuk pit. Tampaknya ada masalah dengan motornya. Lorenzo sementara itu berada di posisi sembilan.

Lorenzo dengan cepat naik ke posisi delapan dan kini mengancam Hiroshi Aoyama yang ada di depannya. Bisakah ia sampai ke posisi lima besar atau bahkan podium?

Memasuki 10 lap terakhir, Spies masih memimpin dengan Stoner dan Dovizioso di belakangnya. Rossi berada di posisi empat dan Colin Edwards di posisi lima.

Lima lap terisa, Spies masih nyaman di depan dan niscaya melintasi garis finis paling pertama jika tidak ada insiden. Di belakangnya masih diisi Stoner, Dovizioso dan Rossi, dengan Nicky Hayden kini mengisi posisi lima.

Pada tiga lap terakhir, Lorenzo sukses memperbaiki posisi. Ia berhasil merangsek ke posisi enam dengan Edwards kini terdorong ke posisi tujuh.



Sumber : Detiksport

Tak Diunggulkan Spies Justru Menang

Assen - Ben Spies akhirnya memenangi balapan pertamanya di MotoGP. Pembalap asal Amerika Serikat itu pun mengaku puas dengan kemenangannya, meski awalnya ia tak berekspektasi banyak.

Kemenangan di Sirkuit Assen, Sabtu (25/6/2011), itu pun terasa spesial karena timnya, Yamaha, tengah merayakan ulang tahun keikutsertaan mereka di MotoGP yang ke-50. Kemenangan itu juga mengakhiri rentetan kemenangan Casey Stoner yang sudah berlangsung sejak MotoGP Prancis.

Sebelum balapan, Spies sempat mengatakan kepada beberapa media, termasuk detikSport, bahwa dia tak berekspektasi banyak untuk balapan ini. Menurutnya, ia sudah sangat senang bisa bergabung dengan Yamaha dan yang ingin dilakukannya adalah berusaha keras dengan performanya.

Kendati demikian, ia juga optimistis bahwa timnya tidak tertinggal jauh dari Stoner. Dengan masih panjangnya seri, ia mengatakan bahwa timnya punya peluang untuk bisa menang di sini.

Dan jadilah Spies pemenang. Crash-nya Jorge Lorenzo dan Marco Simoncelli di awal balapan membuatnya berada di depan--dan sejak saat itu dia tidak terhentikan.

Menjelang akhir balapan, pada empat lap terakhir, ia pun memimpin jauh atas Stoner, yakni sampai sekitar 6,075 detik. Alhasil, performanya di Assen kali ini layak diacungi jempol.

"Saya senang dengan kemenangan pertama saya ini, apalagi minggu ini tim saya tengah merayakan anniversary," ujarnya dalam konferensi pers seusai balapan.

"Lima lap terakhir cukup sulit. Tapi kami berhasil menemukan setting-an yang pas. Selamat juga untuk orang-orang ini (krunya, red)," lanjutnya.

Kemenangan Spies tak diikuti dengan kesuksesan Lorenzo. Rider asal Spanyol itu finis di posisi keenam.

Padahal Lorenzo sempat berjanji untuk menang di Assen setelah gagal finis di Silverstone. Imbasnya, poinnya di klasemen kini hanya bertambah 10, menjadikan poinnya kini berjumlah 108. Sementara Stoner tetap memimpin klasemen dengan nilai 136.



Sumber : Detiksport

Dovionso Lega Lepas Dari Kejaran Rossi

Assen - Kesuksesan Andrea Dovizioso finis ketiga di Assen ternyata dicapai dengan kerisauan akan kondisi ban. Maka ia jelas lega bisa menjaga tempat tersebut.

Dalam balapan MotoGP Belanda, yang prosesnya disaksikan langsung wartawan detikSport Rossi Finza Noor di Assen, Sabtu (25/6/2011), Dovizioso hanya bisa finis di belakang Casey Stoner dan Ben Spies dengan selisih cukup jauh.

Hal itu ternyata tidak lepas dari usaha Dovi--sapaan Doviziso--untuk menjaga kondisi ban belakangnya yang sudah mengeluarkan getaran. Untung buat si rider Honda, ia tetap mampu finis di posisi tiga tanpa bisa dilewati Rossi yang berada di belakangnya.

"Aku melaju dengan sedikit perlahan dan aku mencoba menjaga kondisi ban belakang karena sebuah getaran sudah terjadi," jelas Dovi seperti diwartakan Autosport.

"Aku takut karena getarannya kian besar, tapi untungnya Valentino tidak terlalu kencang jadi aku bisa mengontrol selisih jarak yang besar. Dalam kondisi seperti ini dan lintasan tadi, ini adalah sebuah hasil yang amat bagus," simpulnya lega.



Sumber : Detiksport

Si Kribo Minta Maaf Pada Lorenzo


Assen - Marco Simoncelli menilai dirinya tidak melakukan sesuatu yang berisiko saat bersinggungan dengan Jorge Lorenzo di Assen. Tetapi Simoncelli tetap saja mengucapkan maaf kepada Lorenzo.

Musim ini Simoncelli acap dikritik karena gaya membalapnya yang dinilai terlalu agresif. Terlebih, ia sempat terlibat insiden yang membuat Dani Pedrosa mengalami cedera.

Di MotoGP Belanda, Sabtu (25/6/2011), rider San Carlo Honda Gresini itu terlibat insiden lagi. Di awal-awal balapan, yang prosesnya disaksikan langsung oleh wartawan detikSport Rossi Finza Noor yang diundang ke Assen oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, Simoncelli kehilangan kendali motornya dan terjatuh.

Bukan hanya itu, proses jatuhnya Simoncelli juga ikut berimbas kepada Lorenzo. Saat Simoncelli terjatuh, Lorenzo ikut terbawa jatuh juga. Keduanya lantas memang bisa melanjutkan balapan, tapi tidak bisa menembus posisi lima besar.

"Aku berusaha melewati Lorenzo di tikungan kedua, dan perasaanku bilang aku tidak mengambil risiko terlalu besar, tapi aku kehilangan kendali bagian belakang--aku pikir karena ban yang masih dingin--tanpa gas, di tengah-tengah tikungan," ujar Simoncelli seperti dikutipAutosport.

Kejadian tersebut sudah membuat Lorenzo, yang kini menempati posisi dua klasemen sementara mencak-mencak. Simoncelli pun melayangkan permohonan maaf untuk si rider Yamaha.

"Aku terjatuh dan aku juga melibatkan Lorenzo di dalamnya. Aku minta maaf untuk kejadian itu dan aku minta maaf kepadanya," tutur Simoncelli.



Sumber : Detiksport

Komentar Rossi Atas Insiden Lorenzo-Simoncelli


Amsterdam - Marco Simoncelli kembali hadir di tengah-tengah kontroversi usai insiden di Assen. Ikut prihatin, Valentino Rossi pun kini berkomentar mengenai kejadian tersebut. Apa katanya?

Dalam balapan MotoGP Belanda akhir pekan lalu, Sabtu (25/6/2011) malam WIB, Simoncelli memunculkan insiden yang ikut melibatkan Jorge Lorenzo dari Yamaha.

Pada sebuah tikungan di awal-awal balapan, Simoncelli tiba-tiba selip dan terjatuh. Jatuhnya rider San Carlo Honda Gresini itu lantas berimbas buruk untuk Lorenzo yang ikut terbawa jatuh ke lintasan.

Pada akhirnya keduanya memang tidak cedera dan bisa melanjutkan balapan. Namun, mereka kehilangan waktu dan poin berharga karena tak kuasa menembus posisi lima besar.

Untuk juara bertahan Lorenzo, hal ini jelas sangat merugikan karena dirinya tengah mengejar pimpinan klasemen sementara Casey Stoner (Ducati). Pasca balapan Lorenzo punmengecam Simoncelli, yang juga pernah terlibat insiden serupa dan membuat Dani Pedrosa cedera sampai sekarang.

Simoncelli sendiri sebenarnya sudah mengutarakan permintaan maaf untuk Lorenzo tak lama setelah balapan. Tetapi kontroversi terkait dirinya bukan tak mungkin masih akan terus berlanjut.

Rossi, salah satu pembalap senior di lintasan yang kebetulan juga berasal dari Italia seperti halnya Simoncelli, pun kembali memberikan saran untuknya.

"Pertama-tama aku merasa sangat sedih untuknya karena ia adalah temanku dan kini ia berada di dalam kondisi yang sulit," komentar Rossi di MCN.

"Ini adalah sebuah kesalahan normal dalam balapan. Itu bisa terjadi saat ban-ban masih dingin, tetapi ia harus bisa memahami benar bagaimana caranya mengatasi masalah seperti ini," imbuh tujuh kali juara dunia kelas primer tersebut.

Sebelumnya, Rossi juga sudah pernah memberikan saran untuk Simoncelli agar dirinya lebih berhati-hati lagi saat melaju di lintasan.


Sumber : Detiksport